Mengenal Jual Beli Muzanabah dan Hukumnya dalam Islam

Salah satu hal yang diwajibkan dalam transaksi jual beli barang ribawi yaitu adanya tamatsul (samarata) antara barang yang ditukar atau diperjualbelikan. Jika tidak, maka akan ada penambahan (selisih), dan penambahan itu termasuk riba. Telah disebutkan sebuah kaidah terkait hal ini, الجَهْلُ بِالتَّمَاثُلِ كَالْعِلْمِ بِالتَّفَاضُلِ “Ketidaktahuan tentang adanya kesamaan itu hukumnya seperti mengetahui adanya kelebihan.” Dalam … [Read more…]

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 8): Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Keenam, amar ma’ruf dan nahi mungkar Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari segala kemungkaran. Mereka mengamalkan hal tersebut sebagai bukti pengamalan terhadap firman Allah ‘Azza wa Jalla, كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk … [Read more…]

Pelajaran dari Bal’am bin Ba’ura dan Para Penyihir Fir’aun

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah mengajarkan kita -melalui petunjuk Rabb-nya- prinsip-prinsip kehidupan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Di antara ajaran mulia tersebut adalah anjuran untuk mempelajari dan mengambil ibrah dari faidah kisah-kisah di dalam Al-Qur’an, salah satunya … [Read more…]

Berbicara ketika Salat karena Lupa, Batalkah Salatnya?

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Apabila seseorang berbicara ketika salat karena lupa, apakah salatnya batal? Jawaban: Apabila seorang Muslim berbicara ketika salat karena lupa atau tidak tahu, maka salatnya tidak batal, baik salat tersebut adalah salat fardu maupun salat sunah, sebagaimana firman Allah ﷻ, رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ … [Read more…]

Profil, Nasab, dan Kekuatan Hafalannya

Nasabnya Nasab lengkan Ali bin al-Madini adalah Ali bin Abdullah bin Ja‘far bin Najih bin Bakr bin Sa‘d. Demikianlah nasab beliau yang disebutkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad. Kunyah dan nisbah-nya Kunyah beliau adalah Abu al-Hasan. Beliau masyhur dengan nama Ibnu al-Madini yang merupakan nisbah kepada Madinah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bentuk … [Read more…]

Iman kepada Para Rasul: Dari Mengagumi Menuju Mengikuti

Cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikan dengan menempuh jalan yang beliau tunjukkan. Mengagumi seorang tokoh jauh lebih mudah daripada mengikuti jalannya. Nama dapat dipuji, kisah dapat diceritakan, dan simbol-simbol yang berkaitan dengannya dapat dibela. Akan tetapi, apabila petunjuk tokoh tersebut bertentangan dengan kebiasaan atau keinginan, kekaguman sering berhenti sebelum berubah menjadi ketaatan. Hal … [Read more…]

Pelaku Dosa Besar Tidak Kekal di Neraka

Kelima, pelaku dosa besar dari orang-orang mukmin diazab karena dosanya, tetapi tidak kekal di neraka Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam menyikapi pelaku dosa besar, selama dosa tersebut bukan dosa syirik yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam, adalah bahwa pelakunya masih dianggap sebagai seorang mukmin, meskipun keimanannya tidak sempurna. Ia tidak dianggap murtad … [Read more…]

Karakter Pejabat Publik Ideal Ala Thahir bin Al-Husain

Kepemimpinan itu memiliki banyak aspek dengan kompleksitas tinggi. Salah satu pondasi penting dalam kepemimpinan ialah kuatnya hukum dan kepercayaan pada sosok pemangku kebijakan. Aspek ini menjadi perhatian Thahir bin Al-Husain juga. Menurutnya, peradilan harus mendapatkan perhatian besar karena alasan yang sangat fundamental sekali. Tidak hanya itu, karakter para pemangku jabatan pun perlu diperhatikan dan menjadi … [Read more…]

Rahasia أَنْ yang Tersembunyi Setelah أَوْ Ketika Bermakna إِلَى dan إِلَّا

Ibnu Hisyam menjelaskan, قَوْلُهُ: (وَبَعْدَ أَوِ الَّتِي بِمَعْنَى إِلَى) نَحْوُ: لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى، أَوِ الَّتِي بِمَعْنَى إِلَّا “Dan setelah huruf أَوْ yang bermakna إِلَى (hingga), seperti ucapan, لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى “Sungguh aku akan menganggap ringan setiap kesulitan hingga aku meraih cita-cita.” Atau أَوْ yang bermakna إِلَّا (kecuali), seperti perkataan penyair: وَكُنْتُ إِذَا غَمَزْتُ قَنَاةَ قَوْمٍ كَسَرْتُ كُعُوبَهَا … [Read more…]

Bagaimana Hukum Satanic dalam Islam?

Beberapa waktu lalu, media sosial kita sempat ramai disebabkan karnaval yang menampilkan atribut bertema satanik di ruang publik. Ditemukan pentagram terbalik, kostum menyerupai Baphomet berkepala kambing, angka 666, sampai berbagai simbol yang lekat dengan gerakan pemujaan setan dibawa berkeliling di depan ribuan warga. Rekaman videonya langsung viral dan menuai keprihatinan luas dari kaum muslimin. Pihak … [Read more…]